BRMP Tanaman Pangan Dorong Generasi Muda Berperan dalam Kedaulatan Pangan pada PIMNAS ke-38
Kepala BRMP Tanaman Pangan, Dr. Ir. Haris Syahbuddin, DEA., menjadi narasumber pada kegiatan Stadium General dalam rangkaian PIMNAS (Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional) ke-38 yang digelar di Universitas Hasanuddin pada Rabu, 26 November 2025. PIMNAS merupakan ajang ilmiah tahunan paling prestisius di kalangan mahasiswa Indonesia yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Tahun ini, kegiatan tersebut menghadirkan sekitar 3.660 peserta dari 110 perguruan tinggi seluruh Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala BRMP Tanaman Pangan menyampaikan materi bertema “Peran Generasi Muda Membangun Indonesia yang Berdaulat Pangan.” Disampaikan bahwa pertanian Indonesia harus bergerak menuju modernisasi yang berbasis teknologi, inovasi, dan efisiensi guna memperkuat ketahanan dan kedaulatan pangan nasional. Transformasi sistem pertanian juga ditekankan sebagai kebutuhan mendesak untuk menjawab berbagai tantangan, mulai dari perubahan iklim, gejolak harga pangan global, alih fungsi lahan, hingga lambatnya regenerasi petani.
Lebih lanjut dijelaskan mengenai kesinambungan strategi pembangunan pertanian 2024–2026 yang menargetkan penguatan produksi, nilai tambah, serta daya saing global. Sejumlah capaian utama turut dipaparkan, termasuk produksi beras nasional 2025 yang mencapai 34,77 juta ton, yang merupakan capaian tertinggi dalam sejarah, peningkatan NTP ke 124,36 dan penguatan stok beras nasional lebih dari 3 juta ton. Selain itu, pemerintah juga berhasil menambah kuota pupuk bersubsidi secara signifikan sekaligus menurunkan harga pupuk sebesar 20 persen, sehingga keterjangkauan input produksi bagi petani semakin baik dan distribusinya lebih merata di berbagai daerah.
Pada kesempatan itu juga ditegaskan bahwa generasi muda memiliki kontribusi besar dalam mendorong inovasi pertanian melalui penerapan IoT, pengembangan agripreneurship, sistem hidroponik, hingga pengolahan limbah menjadi pupuk organik cair. Oleh karena itu, penguatan ekosistem inovasi dan dukungan berkelanjutan melalui pendidikan, pelatihan teknis, pendampingan, serta akses teknologi menjadi kunci kesuksesan. Mahasiswa peserta PIMNAS terlihat antusias dan aktif pada saat diskusi berlangsung, menunjukkan tingginya minat generasi muda dalam membangun pertanian Indonesia yang modern dan berdaya saing.
Melalui kuliah umum ini, para peserta memperoleh wawasan strategis tentang arah pembangunan pertanian Indonesia serta peluang kontribusi mahasiswa dalam ekosistem pangan nasional. Momentum PIMNAS ke-38 diharapkan menjadi ruang pembelajaran yang memperkuat budaya ilmiah dan memantik lahirnya inovator muda khususnya di bidang pertanian. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, perguruan tinggi, industri, komunitas, dan generasi muda, Indonesia diyakini mampu membangun kedaulatan pangan yang berkelanjutan, tangguh, dan berdaya saing global.