• Jl. Merdeka No.147, Bogor 16111
  • (0251) 8331718
  • [email protected]
Logo Logo
  • Beranda
  • Profil
    • Overview
    • Visi & Misi
    • Struktur Organisasi
    • Tugas & Fungsi
    • Pimpinan
    • Satuan Kerja
    • Sumber Daya Manusia
  • Informasi Publik
    • Portal PPID
    • Standar Layanan
      • Maklumat Layanan
      • Waktu dan Biaya Layanan
    • Prosedur Pelayanan
      • Prosedur Permohonan
      • Prosedur Pengajuan Keberatan dan Penyelesaian Sengketa
    • Regulasi
    • Agenda Kegiatan
    • Informasi Berkala
      • LHKPN
      • LHKASN
      • Rencana Strategis
      • DIPA
      • RKAKL/ POK
      • Laporan Kinerja
      • Capaian Kinerja
      • Laporan Keuangan
      • Laporan Realisasi Anggaran
      • Laporan Tahunan
      • Daftar Aset/BMN
    • Informasi Serta Merta
    • Informasi Setiap Saat
      • Daftar Informasi Publik
      • Standar Operasional Prosedur
      • Daftar Informasi Dikecualikan
      • Kerjasama
  • Publikasi
    • Buku
    • Pedum/ Juknis
    • Infografis
    • Jurnal
    • Warta
  • Reformasi Birokrasi
    • Manajemen Perubahan
    • Deregulasi Kebijakan
    • Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
    • Penataan dan Penguatan Organisasi
    • Penataan Tata Laksana
    • Penataan Sistem Manajemen SDM
    • Penguatan Akuntabilitas
    • Penguatan Pengawasan
  • Layanan
Thumb
331 dilihat       23 Februari 2026

BRMP TP Gelar VPL Perdana 2026, LKP 2.0 Dorong Efisiensi Pupuk & Produktivitas Padi Nasional

Bogor – BRMP Tanaman Pangan kembali menyelenggarakan kegiatan Virtual Public Learning (VPL) perdana tahun 2026 sebagai bagian dari komitmen diseminasi inovasi teknologi kepada pemangku kepentingan pertanian di seluruh Indonesia, Kamis (19/2/2026). VPL kali ini mengangkat tema Layanan Konsultasi Padi (LKP) Versi 2.0 yang dilaksanakan secara daring dan diikuti lebih dari 900 peserta yang terdiri atas pejabat lingkup Kementerian Pertanian, kepala unit kerja dan UPT, serta penyuluh pertanian dari Sabang hingga Merauke. Kegiatan ini menjadi momentum penguatan modernisasi pertanian berbasis efisiensi dan presisi dalam mendukung peningkatan produktivitas padi nasional secara berkelanjutan.

Kegiatan diawali dengan laporan penyelenggara oleh Dr. Nuning Argo Subekti selaku Ketua Kelompok Kerja Sama dan Penyebarluasan Hasil BRMP Tanaman Pangan. Dalam laporannya disampaikan bahwa Virtual Public Learning merupakan agenda rutin yang diinisiasi sebagai sarana komunikasi, pembelajaran bersama, sekaligus media penyebarluasan inovasi teknologi tanaman pangan. Pada edisi pertama ini, topik LKP Versi 2.0 dipilih karena tingginya animo penyuluh dan petani terhadap rekomendasi pemupukan yang lebih tepat, efektif, dan sesuai kondisi agroekosistem masing-masing wilayah. Ia menjelaskan bahwa LKP pertama kali dikembangkan lebih dari satu dekade lalu dan kini diperbarui melalui proses peningkatan kapasitas serta validasi bersama mitra internasional sehingga lebih adaptif terhadap kebutuhan lapangan.

Sambutan dari mitra strategis internasional disampaikan oleh Benedict Jardinero selaku perwakilan dari International Rice Research Institute (IRRI). Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang telah terjalin selama beberapa tahun terakhir dalam pengembangan LKP. Berdasarkan hasil implementasi sebelumnya di sejumlah provinsi, penggunaan LKP terbukti mampu meningkatkan hasil panen, memperbaiki efisiensi penggunaan pupuk, serta meningkatkan pendapatan petani. Ia menegaskan komitmen IRRI untuk terus mendukung penguatan kapasitas dan pengembangan inovasi digital yang dapat membantu petani mengambil keputusan berbasis data dan sains, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas di berbagai daerah.

Kepala Pusat BRMP Tanaman Pangan, Dr. Ir. Haris Syahbuddin, DEA, dalam sambutan sekaligus pembukaan resmi kegiatan menekankan bahwa pengembangan LKP Versi 2.0 merupakan bagian integral dari agenda modernisasi pertanian nasional. Ia menyampaikan bahwa sektor pertanian saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perubahan iklim, ketidakpastian musim, keterbatasan tenaga kerja, hingga kebutuhan efisiensi penggunaan input produksi. Dalam kondisi tersebut, modernisasi harus diterjemahkan dalam bentuk penerapan teknologi yang mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan. LKP hadir sebagai instrumen pengambilan keputusan pemupukan berbasis kebutuhan spesifik lokasi, sehingga penggunaan pupuk menjadi lebih terukur, tepat sasaran, dan efisien. Ia juga mendorong agar dibangun sistem pendataan dan pemantauan pengguna LKP guna memperkuat pembuktian dampak terhadap peningkatan produksi dan pendapatan petani.

Selanjutnya, Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Peningkatan Produksi, Prof. Dr. Hasil Sembiring, menegaskan pentingnya peningkatan produktivitas melalui teknologi yang telah tervalidasi secara ilmiah. Menurutnya, peningkatan produksi tidak dapat lagi semata-mata mengandalkan perluasan areal tanam, tetapi harus berbasis efisiensi dan optimalisasi produktivitas per hektare. LKP dinilai sebagai salah satu teknologi hasil kolaborasi riset internasional yang telah teruji di lapangan. Ia mendorong para penyuluh untuk memanfaatkan LKP sebagai alat bantu dalam meningkatkan produktivitas wilayah binaannya, bahkan menjadikannya bagian dari indikator kinerja peningkatan hasil per hektare. Dengan demikian, peningkatan produksi dapat berjalan seiring dengan pengurangan pemborosan pupuk serta perlindungan terhadap lingkungan.

Sementara itu, Direktur Pupuk, Dr. Ir. Syamsuddin, M.Sc., dalam sambutannya menekankan pentingnya pengelolaan pupuk secara tepat sasaran dan berbasis kebutuhan tanaman. Ia menyampaikan bahwa tantangan pemenuhan kebutuhan pupuk nasional memerlukan dukungan sistem rekomendasi yang akurat agar distribusi dan penggunaannya efektif dan efisien. LKP dinilai mampu menjadi instrumen strategis dalam menghasilkan rekomendasi pemupukan sesuai kebutuhan spesifik tanaman padi pada setiap lokasi. Dengan pendekatan ini, risiko kelebihan atau kekurangan pupuk dapat diminimalkan, sehingga produktivitas tetap optimal dan dampak lingkungan dapat ditekan. Ia menegaskan bahwa sinergi antara kebijakan pupuk nasional dan sistem rekomendasi digital seperti LKP sangat penting untuk menjaga stabilitas produksi padi nasional.

Pada sesi pemaparan materi, narasumber Zaqiah Mambaul Hikmah, S.P., M.Si., menjelaskan bahwa LKP merupakan alat bantu pengambilan keputusan berbasis digital yang mengadopsi prinsip Pengelolaan Hara Spesifik Lokasi (PHSL). Versi terbaru ini telah dikembangkan untuk mengakomodasi berbagai agroekosistem, termasuk sawah irigasi, tadah hujan, dan rawa. Berdasarkan hasil validasi lapangan, penggunaan LKP Versi 2.0 mampu meningkatkan produktivitas hingga sekitar 600 kilogram gabah per hektare per musim, menurunkan kebutuhan pupuk nitrogen hingga 25 kilogram N per hektare, serta meningkatkan pendapatan petani sekitar Rp2,3 juta per hektare per musim. Prinsip utama yang diusung adalah tepat jenis, tepat jumlah, dan tepat waktu pemupukan sesuai target hasil dan kondisi lahan, sehingga mendukung praktik pertanian presisi.

Meskipun sempat terjadi kendala teknis jaringan saat praktik penggunaan aplikasi secara langsung, antusiasme peserta tetap tinggi. Panitia menyediakan alternatif tautan akses serta memastikan bahan tayang dan pedoman penggunaan akan dibagikan kepada seluruh peserta. Diskusi yang berlangsung menunjukkan komitmen kuat para penyuluh untuk mengadopsi dan mendiseminasikan LKP di wilayah kerja masing-masing.

Melalui VPL ini, BRMP Tanaman Pangan mempertegas komitmen dalam mendorong transformasi sistem pemupukan nasional menuju pertanian modern yang berbasis data, efisiensi input, dan keberlanjutan lingkungan. LKP Versi 2.0 diharapkan mampu menjadi katalisator peningkatan produktivitas padi nasional sekaligus memperkuat ketahanan pangan Indonesia secara berkelanjutan.

Prev Next

- Rudi Rahmawan


Pencarian

Berita Terbaru

  • Thumb
    Budidaya Jagung Modern Dorong Produktivitas dan Efisiensi Usaha Tani di Pasuruan
    14 Sep 2026 - By ADMIN
  • Thumb
    Kendala Jaringan Irigasi Hambat Optimalisasi Pengairan Lahan Pertanian di Asahan
    13 Sep 2026 - By Ujang Suryadi
  • Thumb
    Genangan Berkepanjangan Ancam Pertanaman Padi di Deli Serdang
    13 Sep 2026 - By Ujang Suryadi
  • Thumb
    Percepatan LTT dan PM-AAS Jadi Fokus Pengawalan Swasembada Pangan di Langkat
    12 Sep 2026 - By Ujang Suryadi
  • Thumb
    Komite Teknis 65-11 Tanaman Pangan Bahas Empat RSNI untuk Perkuat Standardisasi Komoditas Strategis
    08 Sep 2026 - By Rudi Rahmawan

tags

BRMP BRMP Tanaman Pangan Kementan

Kontak

(0251) 8331718
(0251) 8312755
[email protected]

Jl. Merdeka No. 147
Kel. Menteng, Kec. Bogor Barat,
Kota Bogor, Jawa Barat - Indonesia 16111
www.tanamanpangan.brmp.pertanian.go.id

© 2024 - 2026 Pusat Perakitan dan Modernisasi Pertanian Tanaman Pangan. All Right Reserved