Gelar FKP, BRMP Tanaman Pangan Sampaikan Kinerja dan Dinamika Pelayanan Publik
Bogor, 15 Juli 2026 — Pusat Perakitan dan Modernisasi Pertanian Tanaman Pangan (BRMP Tanaman Pangan) menyelenggarakan Forum Konsultasi Publik (FKP) secara hibrida di Aula Jagung BRMP Tanaman Pangan. Forum ini menjadi wadah evaluasi kinerja pelayanan Semester I Tahun 2026 sekaligus sarana memperkuat komunikasi antara penyelenggara layanan dan para pemangku kepentingan dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan publik. Kegiatan juga dirangkaikan dengan sosialisasi satuan kerja Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Aneka Umbi (BRMP Aneka Umbi).
Sebanyak 157 peserta, terdiri atas 79 peserta luring dan 78 peserta daring, mengikuti forum yang melibatkan pengguna layanan, instansi pemerintah, organisasi profesi, akademisi, organisasi masyarakat sipil, media massa, serta berbagai mitra BRMP Tanaman Pangan. Penyelenggaraan forum ini merupakan bagian dari upaya perbaikan pelayanan publik secara berkelanjutan sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik.
Mengawali kegiatan, Ketua Kelompok Kerja Sama dan Penyebarluasan Hasil BRMP Tanaman Pangan, Dr. Nuning Argo Subekti, S.P., M.Sc., menyampaikan bahwa Forum Konsultasi Publik merupakan kelanjutan dari forum sebelumnya sebagai bagian dari proses evaluasi dan penyempurnaan pelayanan publik. Melalui forum ini, berbagai masukan dari pengguna layanan dan para pemangku kepentingan dihimpun sebagai dasar peningkatan kualitas pelayanan BRMP Tanaman Pangan.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Bagian Tata Usaha BRMP Tanaman Pangan, Happy Three Agustiwi, S.E., M.Si., yang mewakili Kepala BRMP Tanaman Pangan, menegaskan bahwa Forum Konsultasi Publik bukan sekadar agenda rutin, tetapi merupakan ruang dialog yang terbuka untuk membangun pelayanan publik yang profesional, transparan, akuntabel, serta berorientasi pada kepuasan masyarakat.
Sambutan dan arahan Kepala Biro Organisasi dan Sumber Daya Manusia Aparatur (OSDMA) Kementerian Pertanian yang disampaikan oleh Ketua Tim Kerja Pelayanan Publik Biro OSDMA, Dodi Murdiyanto Sumarna, S.Sos., menyampaikan pentingnya penguatan pelayanan publik berbasis digital, implementasi Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) secara daring, serta tindak lanjut atas hasil pengukuran kepuasan masyarakat sebagai bagian dari reformasi birokrasi dan pembangunan Zona Integritas. Seluruh satuan kerja juga didorong untuk terus mengembangkan layanan berbasis digital dan meningkatkan kualitas pelayanan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Paparan hasil Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) yang disampaikan oleh Ketua Tim Kerja Penyebarluasan Hasil, Kania Tresnawati, S.T.P., menunjukkan bahwa kualitas pelayanan BRMP Tanaman Pangan memperoleh predikat A (Sangat Baik). Pada Tahun 2025, nilai SKM tercatat sebesar 91,87 berdasarkan 122 responden. Memasuki Semester I Tahun 2026, nilai SKM kembali meningkat dari 93,02 pada Triwulan I menjadi 94,57 pada Triwulan II. Berdasarkan jenis layanan, nilai tertinggi pada Triwulan I diperoleh layanan magang atau praktik kerja lapang dengan nilai 95,83, sedangkan pada Triwulan II diraih layanan kerja sama, perakitan, dan rekayasa dengan nilai 96,27. Hasil tersebut menunjukkan tren positif kualitas pelayanan sekaligus menjadi dasar penyusunan program peningkatan pelayanan pada Semester II Tahun 2026.
Forum juga menghadirkan paparan dari Plt. Kepala Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Aneka Umbi, Suwarni Sumardi, S.P., M.Si., mengenai perkembangan kelembagaan BRMP Aneka Umbi setelah peningkatan status menjadi balai berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 12 Tahun 2026. Penguatan kelembagaan tersebut diharapkan mampu memperkuat kapasitas organisasi dalam melaksanakan perakitan, perekayasaan, pengujian, produksi benih sumber, pendayagunaan hasil perakitan, serta pelayanan kepada masyarakat. Selain itu, dipaparkan pula berbagai layanan yang tersedia, meliputi jasa pengujian dan penilaian kesesuaian, perekayasaan dan perakitan teknologi, pendayagunaan hasil perakitan dan pengujian, penyediaan benih sumber bermutu, serta layanan pendukung berupa agroedukasi, praktik kerja lapang, dan pemanfaatan sarana prasarana.
Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan menghasilkan berbagai masukan strategis terkait peningkatan kualitas pelayanan publik, mulai dari penguatan kompetensi petugas layanan, optimalisasi media informasi, percepatan digitalisasi layanan, peningkatan jumlah responden SKM, hingga penguatan edukasi dan publikasi produk maupun inovasi BRMP kepada masyarakat melalui berbagai media komunikasi. Seluruh masukan tersebut dirumuskan sebagai rekomendasi perbaikan yang akan ditindaklanjuti oleh BRMP Tanaman Pangan dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan publik.
Sebagai bentuk komitmen bersama, forum ditutup dengan pembacaan dan penandatanganan berita acara oleh perwakilan pemangku kepentingan yang hadir. Berita acara tersebut memuat kesepakatan mengenai tindak lanjut hasil Forum Konsultasi Publik serta komitmen bersama untuk melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan perbaikan pelayanan.
Melalui Forum Konsultasi Publik ini, BRMP Tanaman Pangan menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui evaluasi berkelanjutan, penguatan tata kelola pelayanan, serta kolaborasi dengan para pemangku kepentingan guna menghadirkan layanan yang profesional, transparan, akuntabel, adaptif, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.