Koordinasi Kegiatan Kemitraan, Perbenihan, dan Kepegawaian di BRMP Tanaman Aneka Kacang
Dalam rangka koordinasi kegiatan kemitraan, perbenihan, dan kepegawaian, Kepala BRMP Tanaman Pangan didampingi Kepala Bagian Tata Usaha melakukan kunjungan kerja ke BRMP Tanaman Aneka Kacang pada tanggal 24–27 September 2025.
Kunjungan Lapang ke Lokasi Kemitraan Tumpangsari Kedelai–Jagung di Tuban
Dalam upaya mewujudkan swasembada kedelai, pemerintah terus mendorong berbagai inovasi, salah satunya melalui penerapan teknologi tumpangsari jagung–kedelai. Kepala BRMP Tanaman Pangan bersama Kepala BRMP Aneka Kacang dan BRMP Jawa Timur meninjau langsung demplot (demonstrasi plot) di Desa Tingkis, Tuban, yang merupakan sentra pertanaman jagung dan kedelai.
Kegiatan ini bertujuan untuk mengawal sekaligus mengevaluasi lima model tumpangsari yang diterapkan, mulai dari pengaturan jarak tanam hingga pengendalian hama. Dalam kesempatan tersebut, Kepala BRMP Tanaman Pangan menyampaikan bahwa percobaan tumpangsari ini baru dilakukan satu kali, sehingga wajar jika masih ditemui berbagai kendala. Ia menegaskan bahwa percobaan perlu dilakukan berulang kali agar hasilnya optimal dan menyemangati tim agar tidak patah semangat.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan teknologi tumpangsari dapat meningkatkan produktivitas lahan serta mengurangi ketergantungan pada impor kedelai.
Rapat Koordinasi dengan Seluruh Staf BRMP Aneka Kacang dan Kunjungan ke UPBS
Di sela kunjungan, Kepala BRMP Tanaman Pangan berkesempatan bertatap muka dengan para pegawai BRMP Aneka Kacang. Dalam arahannya, beliau menegaskan bahwa perubahan organisasi tidak boleh menjadi hambatan untuk tetap bekerja sesuai dengan tugas dan fungsi baru. Kekurangan tenaga kerja pun tidak boleh dijadikan alasan, melainkan harus diatasi dengan optimalisasi sumber daya yang ada.
Beliau menambahkan, BRMP adalah organisasi yang memiliki tugas dan fungsi paling lengkap di bidangnya, sehingga pegawai harus yakin dan percaya diri untuk terus melangkah. “Di Indonesia, urusan tanaman aneka kacang hanya ada di BRMP Tanaman Aneka Kacang. Ini kesempatan besar untuk terus berkarya,” tegasnya.
Kepala BRMP Tanaman Pangan juga memberikan motivasi melalui tiga prinsip kerja, yaitu jangan menjadi yang paling lambat atau terakhir dalam hal apapun, jangan mempersulit pekerjaan, serta jangan sampai menjadi penghambat sistem.
Sebaliknya, setiap pegawai harus berusaha menjadi yang terdepan, memudahkan, dan mendukung kelancaran sistem kerja.
Pada kesempatan tersebut, beliau juga meninjau UPBS (Unit Pengelola Benih Sumber) BRMP Tanaman Aneka Kacang. Disampaikan bahwa dengan adanya UPBS yang mampu menghasilkan benih berkualitas dan tahan lama (hingga lebih dari 10 tahun), BRMP Tanaman Pangan siap mendukung program hilirisasi Kementerian Pertanian untuk komoditas aneka kacang. Ke depan, diharapkan dapat terwujud seed center khusus tanaman aneka kacang, sebagaimana yang telah ada pada komoditas padi.
KUNJUNGAN KE KEBUN PERCOBAAN (IP2TP) NGALE
Kegiatan koordinasi dilanjutkan dengan kunjungan ke IP2TP Ngale. Kepala BRMP Tanaman Pangan beserta jajaran diterima oleh penanggung jawab IP2TP, Afik Setiawan, bersama seluruh pegawai.
Dalam kesempatan tersebut, dilakukan panen benih sumber kedelai varietas Grobogan kelas SS seluas 500 are. Kepala BRMP Tanaman Pangan menyoroti bahwa hasil panen belum mencapai target, yang disebabkan kondisi kesuburan lahan. Berdasarkan pengamatan, lahan di Kebun Ngale didominasi tanah montmorillonite yang cenderung sulit melepaskan unsur hara dan air, sehingga membatasi ketersediaan nutrisi bagi tanaman.
Sebagai solusi, beliau menyarankan pemupukan menggunakan rock phosphate untuk memperbaiki kondisi kesuburan lahan sehingga produktivitas bisa meningkat.
Selain panen, rombongan juga melaksanakan pertemuan dengan seluruh pegawai di Aula Kebun Ngale. Diskusi mencakup isu kepegawaian, khususnya terkait program PPPK paruh waktu dan usulan penyetaraan ijazah PNS.
Menutup kunjungan, Kepala BRMP Tanaman Pangan menyampaikan harapan agar Kebun Ngale terus menjalankan tugas dan fungsi, terutama dalam mendukung swasembada pangan nasional, khususnya kedelai.