• Jl. Merdeka No.147, Bogor 16111
  • (0251) 8331718
  • [email protected]
Logo Logo
  • Beranda
  • Profil
    • Overview
    • Visi & Misi
    • Struktur Organisasi
    • Tugas & Fungsi
    • Pimpinan
    • Satuan Kerja
    • Sumber Daya Manusia
  • Informasi Publik
    • Portal PPID
    • Standar Layanan
      • Maklumat Layanan
      • Waktu dan Biaya Layanan
    • Prosedur Pelayanan
      • Prosedur Permohonan
      • Prosedur Pengajuan Keberatan dan Penyelesaian Sengketa
    • Regulasi
    • Agenda Kegiatan
    • Informasi Berkala
      • LHKPN
      • LHKASN
      • Rencana Strategis
      • DIPA
      • RKAKL/ POK
      • Laporan Kinerja
      • Capaian Kinerja
      • Laporan Keuangan
      • Laporan Realisasi Anggaran
      • Laporan Tahunan
      • Daftar Aset/BMN
    • Informasi Serta Merta
    • Informasi Setiap Saat
      • Daftar Informasi Publik
      • Standar Operasional Prosedur
      • Daftar Informasi Dikecualikan
      • Kerjasama
  • Publikasi
    • Buku
    • Pedum/ Juknis
    • Infografis
    • Jurnal
    • Warta
  • Reformasi Birokrasi
    • Manajemen Perubahan
    • Deregulasi Kebijakan
    • Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
    • Penataan dan Penguatan Organisasi
    • Penataan Tata Laksana
    • Penataan Sistem Manajemen SDM
    • Penguatan Akuntabilitas
    • Penguatan Pengawasan
  • Layanan
Thumb
456 dilihat       25 Juli 2026

PM-AAS DORONG PRODUKTIVITAS PADI DAN KESEJAHTERAAN PETANI

TEBING TINGGI – Kementerian Pertanian melalui Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) terus memperluas implementasi kegiatan Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS) sebagai upaya meningkatkan produktivitas padi dan kesejahteraan petani di berbagai daerah.

Hal tersebut disampaikan Kepala Pusat Perakitan dan Modernisasi Pertanian Tanaman Pangan, Dr. Ir. Haris Syahbuddin, DEA, saat memaparkan strategi dan langkah operasional implementasi PM-AAS kepada para penyuluh pertanian se-Sumatera Utara pada Rapat Koordinasi Kegiatan PM-AAS Wilayah 3 di Gedung Sawiyah, Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara, Kamis (23/7).

Dalam paparannya, Haris menjelaskan bahwa PM-AAS merupakan pendekatan budidaya padi modern yang mengintegrasikan mekanisasi, teknologi digital, dan pertanian presisi. Melalui pendekatan ini, pemanfaatan sumber daya menjadi lebih efisien, biaya produksi dapat ditekan, serta produktivitas dan kualitas hasil panen dapat ditingkatkan.

"Kementerian Pertanian melalui Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian terus mendorong penerapan metode tanam padi PM-AAS melalui pelaksanaan demonstration plot (demplot) di berbagai wilayah. Demplot ini bertujuan memperkenalkan teknologi budidaya padi modern kepada petani agar dapat diterapkan secara lebih luas," ujar Haris.

Menurut Haris, keberhasilan implementasi PM-AAS didukung oleh strategi yang terintegrasi, mulai dari pemetaan lahan berdasarkan kondisi dan ketersediaan air, penguatan sinergi dengan para pemangku kepentingan, hingga penerapan paket teknologi yang disesuaikan dengan karakteristik wilayah.

Selain itu, pendampingan intensif kepada petani, kesiapan sarana produksi sebelum tanam, pemanfaatan demplot sebagai sarana pembelajaran, serta penerapan sistem monitoring digital menjadi faktor penting dalam memastikan keberhasilan program di lapangan. Berbagai langkah tersebut juga menjadi dasar evaluasi dan penyempurnaan pelaksanaan PM-AAS secara berkelanjutan.

Haris juga menguraikan tahapan budidaya padi PM-AAS yang perlu menjadi perhatian para penyuluh dalam mendampingi petani. Tahapan tersebut meliputi persiapan lahan yang optimal, penggunaan varietas unggul sesuai kondisi lahan, penerapan metode tanam benih langsung (Tabela), pemupukan berimbang, pengelolaan air dengan sistem Alternate Wetting and Drying (AWD) atau irigasi berselang, pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT) melalui pendekatan Pengendalian Hama Terpadu (PHT), hingga pelaksanaan panen pada saat tanaman mencapai kemasakan fisiologis.

Lebih lanjut, ia menekankan sejumlah aspek teknis yang perlu mendapat perhatian di lapangan, antara lain kondisi lahan yang macak-macak saat tanam, aplikasi herbisida pra-tumbuh, perlakuan benih (seed treatment), pengawasan intensif terhadap serangan OPT, serta penggunaan pupuk silika untuk memperkuat batang tanaman dan mengurangi risiko rebah.

"Penerapan teknologi yang tepat dan pendampingan yang berkelanjutan menjadi kunci keberhasilan PM-AAS. Dengan demikian, produktivitas padi dapat meningkat dan pertanian Indonesia semakin modern, efisien, serta berdaya saing," pungkas Haris. (UJE/KNT/NAS)

Prev Next

- Ujang Suryadi


Pencarian

Berita Terbaru

  • Thumb
    BRMP Tanaman Pangan Perkuat Kolaborasi Modernisasi Pertanian pada Seminar Nasional SINERGI 2026
    27 Okt 2026 - By Rudi Rahmawan
  • Thumb
    IRRI, BRMP dan IPB Perkuat Penguasaan Genome Editing untuk Percepatan Perakitan Varietas Unggul
    27 Okt 2026 - By ADMIN
  • Thumb
    Keterbukaan Informasi Publik: BRMP Tanaman Pangan Informatif, Melayani, dan Memberi Manfaat
    27 Okt 2026 - By ADMIN
  • Thumb
    Dua Tahun Prabowo–Gibran, Memperkuat Swasembada Pangan Berkelanjutan
    21 Okt 2026 - By ADMIN
  • Thumb
    Wamentan Alim Siap Dukung Mentan Amran Percepat Transformasi Pertanian Modern
    20 Okt 2026 - By ADMIN

tags

KESEJAHTERAAN PETANI PM_AAS PRODUKTIVITAS PADI Sumatera Utara Tebing Tinggi padi

Kontak

(0251) 8331718
(0251) 8312755
[email protected]

Jl. Merdeka No. 147
Kel. Menteng, Kec. Bogor Barat,
Kota Bogor, Jawa Barat - Indonesia 16111
www.tanamanpangan.brmp.pertanian.go.id

© 2024 - 2026 Pusat Perakitan dan Modernisasi Pertanian Tanaman Pangan. All Right Reserved