Varietas Unggul Padi Gogo untuk Optimalisasi dan Meningkatkan Kesejahteraan Petani
Melawi, Kalimantan Barat – Kabupaten Melawi dikenal sebagai salah satu sentra padi ladang (padi gogo) terbesar keempat di Kalimantan Barat setelah Kabupaten Sintang. Setiap tahunnya, padi ladang menjadi andalan utama masyarakat untuk memenuhi kebutuhan beras. Berdasarkan data statistik 2024, luas pertanaman padi ladang di Melawi mencapai 11.906 hektare, jauh lebih besar dibandingkan padi sawah yang hanya 2.335 hektare.
Sebagian besar padi ladang di Melawi ditanam di lahan kering dengan menggunakan varietas lokal yang berumur panjang dan berproduktivitas rendah. Umumnya, petani hanya menanam sekali dalam setahun pada musim tanam rendengan.
Saat melakukan kunjungan lapang ke Desa Nanga Sayan, Kecamatan Pinoh Selatan, Kepala Pusat Perakitan dan Modernisasi Pertanian Tanaman Pangan, Dr. Ir. Haris Syahbuddin, DEA, yang juga Penanggung Jawab Satuan Tugas Swasembada Pangan Kabupaten Melawi, menyaksikan langsung aktivitas petani yang sedang menanam padi ladang secara bergotong royong.
“Tanam padi ladang ini sudah menjadi budaya masyarakat sejak ratusan tahun lalu. Tradisi gotong royong ini lahir dari semangat kebersamaan, hasilnya untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan menjaga ketahanan pangan lokal,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Haris juga menyoroti benih yang digunakan petani, yakni varietas lokal hasil simpanan panen sebelumnya. Varietas ini memiliki umur panjang sekitar enam bulan dengan produktivitas rendah, rata-rata di bawah 1,5 ton per hektare bahkan ada yang hanya 1 ton per hektare.
“Ini saat yang tepat untuk mendemonstrasikan varietas unggul padi gogo langsung di lahan petani, agar lahan kering dapat dioptimalkan,” tambahnya.
Hal senada disampaikan Ketua Kelompok Tani Semai Makmur, Pak Mis, yang menyebutkan bahwa benih biasanya berasal dari hasil panen tahun lalu. Menurutnya, petani berharap adanya bantuan benih unggul yang lebih cepat panen dan mampu meningkatkan hasil produksi.
Menjawab harapan tersebut, Haris menyerahkan bantuan benih unggul padi gogo Inpago 13 Fortiz kepada Kelompok Tani Semai Makmur. Varietas ini diharapkan dapat mendorong petani menanam padi ladang lebih dari sekali setahun, seperti halnya pola tanam di lahan sawah.
Inpago 13 Fortiz memiliki umur panen relatif pendek, yaitu 114 hari setelah semai. Varietas ini juga dikenal kaya zinc dan protein, cocok ditanam di lahan kering maupun sawah tadah hujan. Selain itu, Inpago 13 Fortiz tahan terhadap penyakit blas, agak tahan wereng, serta toleran terhadap kekeringan dan keracunan aluminium. Potensi hasil panennya pun cukup tinggi, mencapai 8,11 ton per hektare.
Dengan keunggulan tersebut, penggunaan varietas unggul padi gogo diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, memperpendek umur panen, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani padi ladang di Kabupaten Melawi. (UJS/KNT/NAS)