BRMP – IRRI Duduk Bersama Bahas Potensi Kolaborasi 2026 Onwards
Pada Jumat, 27 Maret 2026, Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) bersama International Rice Research Institute (IRRI) Indonesia menyelenggarakan rapat koordinasi yang melibatkan pimpinan dan perwakilan unit kerja terkait. Pertemuan ini difokuskan pada pendetailan draft nota kesepahaman (MoU) serta perumusan ruang lingkup kerja sama yang lebih operasional untuk mendukung pengembangan teknologi pertanian modern di Indonesia.
Dalam arahannya, Kepala Pusat BRMP Tanaman Pangan, Dr. Haris Syahbuddin, menyampaikan bahwa pertemuan difokuskan pada penajaman detail kegiatan tanpa mengubah substansi MoU, dengan harapan kerja sama ini mampu menghasilkan inovasi teknologi baru sebagai penguatan sistem pertanian modern yang telah berjalan serta memiliki mekanisme pelaporan yang akuntabel kepada pimpinan.
Perwakilan IRRI Indonesia, Inez Slamet Loedin, mengemukakan berbagai peluang kolaborasi, antara lain pemanfaatan laboratorium teknologi genomik untuk perakitan varietas padi tropis yang hanya ada di IRRI, penggunaan big data dan remote sensing, pengembangan sistem tanam direct seeding, serta integrasi pertanian seperti mina padi ikan dan belut. Ia juga menyoroti potensi pengembangan varietas unggul seperti padi tahan rendaman, tinggi zinc untuk mendukung penanganan stunting, serta teknologi GSR (Green Super Rice), dengan skema pendanaan yang dapat dilakukan secara bersama maupun mandiri.
Kepala BRMP Padi, Dr. Amin Nur, menyampaikan bahwa saat ini telah dilakukan pemanfaatan lahan seluas 300 hektar berbasis sistem Arkansas untuk mendukung kegiatan pemuliaan dan perakitan varietas unggul padi, sehingga membuka peluang sinergi dengan teknologi IRRI, khususnya dalam penguatan aspek genomik dan breeding.
Selain itu, Dr. Rina Wening menyoroti kebutuhan pengembangan varietas padi tahan rendaman yang lebih adaptif, mengingat varietas yang tersedia saat ini masih memiliki keterbatasan dari sisi hasil. Sementara itu, Prof. Hasil Sembiring menyampaikan rencana pelaksanaan workshop terkait emisi gas rumah kaca pada Juni 2026 sebagai bagian dari penguatan kerja sama strategis, termasuk potensi kerja sama di bidang perdagangan karbon.
Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan kerja sama BRMP dan IRRI semakin terarah, implementatif, dan mampu memberikan kontribusi nyata dalam transformasi sistem padi nasional berbasis inovasi teknologi yang berkelanjutan.