BRMP Tanaman Pangan Dorong Modernisasi Budidaya Jagung melalui KMP di Minahasa Utara
Minahasa Utara, 29 Oktober 2026 – Pusat Perakitan dan Modernisasi Pertanian Tanaman Pangan (BRMP Tanaman Pangan) memperkuat penerapan teknologi budidaya jagung modern melalui rangkaian kegiatan Klinik Modernisasi Pertanian (KMP) Program ICARE Tahun 2026 di Kecamatan Kema, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Kegiatan ini diarahkan untuk mendekatkan inovasi pertanian kepada petani melalui demonstrasi teknologi di lapangan, bimbingan teknis, serta pendampingan penerapannya.
Demplot sebagai Sarana Pengenalan Teknologi
Rangkaian kegiatan KMP diawali dengan penanaman demplot percontohan jagung seluas 1 hektare pada 5 September 2026 di Desa Kema 1, Kecamatan Kema. Demplot ini menjadi sarana percontohan penerapan teknologi budidaya jagung modern dan terstandar, sekaligus memberikan kesempatan kepada petani untuk melihat secara langsung penerapan inovasi di lapangan.
Teknologi yang diperkenalkan mencakup penggunaan varietas unggul jagung hibrida JH 37 dan jagung komposit Jakarin yang dikembangkan Kementerian Pertanian. Kedua varietas tersebut memiliki potensi hasil masing-masing mencapai 12,5 ton per hektare untuk JH 37 dan 9,8 ton per hektare untuk Jakarin. Khusus Jakarin, varietas ini memiliki keunggulan berupa toleransi terhadap kondisi kekeringan.
Selain penggunaan varietas unggul, demplot juga menerapkan sistem tanam jajar legowo dan zig-zag sebagai alternatif pengaturan populasi tanaman untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan. Pelaksanaan kegiatan didukung oleh tenaga detasir jagung dari BRMP Tanaman Serealia yang memberikan pendampingan teknis selama proses penerapan teknologi di lapangan.
Perkuat Kapasitas Petani melalui Bimbingan Teknis
Penguatan penerapan teknologi dilanjutkan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) bertajuk "Sistem Budidaya Jagung Modern Mendukung Korporasi Petani" pada 28–29 Oktober 2026 di Kabupaten Minahasa Utara. Kegiatan yang diselenggarakan BRMP Tanaman Pangan melalui Program ICARE ini diikuti oleh 230 petani dan penyuluh di Kecamatan Kema.
Kepala BRMP Tanaman Pangan, Dr. Ir. Haris Syahbuddin, DEA, saat membuka kegiatan menekankan pentingnya keterlibatan seluruh pihak dalam menggerakkan korporasi petani modern. Menurutnya, kegiatan KMP tidak boleh berhenti pada transfer pengetahuan, tetapi harus menjadi wadah bagi petani untuk mengenal, mencoba, menerapkan, dan mengembangkan teknologi sesuai kebutuhan serta kondisi di lapangan.
Ia juga memperkenalkan teknologi tanam rapat pada jagung sebagai salah satu alternatif untuk meningkatkan produktivitas melalui pengaturan populasi tanaman yang lebih optimal. Pengembangannya mengacu pada pengalaman penerapan teknologi tanam rapat pada komoditas padi. Namun, peningkatan populasi tanaman perlu diimbangi dengan perencanaan kebutuhan sarana produksi, terutama benih dan pupuk, serta pengelolaan tanaman yang tepat agar dapat memberikan hasil yang optimal.
Turut hadir Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Sulawesi Utara, Dr. Steivie Karouw, STP, M.Sc., yang menyampaikan dukungan terhadap pengembangan teknologi tanam rapat pada jagung. Menurutnya, penerapan teknologi tersebut perlu didukung pendampingan dan pengujian di lapangan serta disesuaikan dengan kondisi agroekosistem dan kemampuan petani agar manfaatnya dapat dirasakan secara nyata.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Minahasa Utara, Bertha Loutje Katuuk, SP., MAP., berharap transfer ilmu pengetahuan dan teknologi melalui KMP dapat memberikan nilai tambah bagi usaha tani, meningkatkan produksi jagung, serta mendorong kesejahteraan petani. Ia juga menekankan pentingnya penerapan teknologi budidaya yang adaptif terhadap kondisi iklim, khususnya pada musim kekeringan, sehingga petani dapat menjaga produktivitas dan mengurangi risiko kehilangan hasil.
Penerapan Teknologi Budidaya Jagung Modern
Dalam kegiatan Bimtek, peserta mendapatkan materi dari tiga narasumber, yaitu Muhammad Abid dari BRMP Tanaman Serealia, Bertha Loutje Katuuk dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Minahasa Utara, serta Maykel Mario Perengkuan dari Kecamatan Kema. Para narasumber berbagi pengetahuan dan pengalaman mengenai potensi, peluang, serta tantangan pengembangan komoditas jagung di Sulawesi Utara, khususnya Kabupaten Minahasa Utara.
Materi difokuskan pada penerapan teknologi budidaya jagung modern sesuai prinsip Good Agricultural Practices (GAP), mulai dari penanaman hingga panen. Peserta diperkenalkan dengan sistem tanam jajar legowo dan teknologi tanam rapat sebagai alternatif pengaturan populasi tanaman untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan dan meningkatkan potensi hasil.
Selain itu, peserta memperoleh penjelasan mengenai penggunaan Bagan Warna Daun (BWD) dan Perangkat Uji Tanah Kering (PUTK) sebagai alat bantu menentukan kebutuhan pemupukan secara lebih terukur dan efisien sesuai kondisi tanaman dan lahan. Penerapan perangkat tersebut diharapkan dapat mendukung pengelolaan pemupukan yang lebih tepat sehingga penggunaan sarana produksi menjadi lebih efektif.
Diskusi dan Konsultasi Permasalahan Petani
Penyampaian materi dilanjutkan dengan diskusi dan konsultasi teknis yang berlangsung interaktif. Petani dan penyuluh menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi dalam budidaya jagung, mulai dari pemilihan varietas yang adaptif terhadap kekeringan, pemupukan sesuai kondisi lahan, pemulihan kesuburan tanah dan pemenuhan unsur mikro, hingga pengendalian penyakit busuk batang dan hama tikus.
Diskusi juga membahas pemilihan benih yang terstandar dan berkualitas untuk mendukung keberhasilan budidaya. Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan dan masukan, termasuk usulan pengembangan demplot teknologi jagung KMP di Kecamatan Kema sebagai sarana pembelajaran dan penerapan teknologi secara langsung bagi petani.
Melalui diskusi tersebut, petani dan penyuluh memperoleh kesempatan untuk berkonsultasi langsung dengan narasumber sehingga berbagai permasalahan teknis di lapangan dapat dibahas dan menjadi bahan pertimbangan dalam memperbaiki praktik budidaya di wilayah masing-masing.
Dorong Adopsi Teknologi dan Produktivitas Jagung
Melalui rangkaian kegiatan KMP, BRMP Tanaman Pangan terus mendorong agar teknologi dan inovasi budidaya jagung semakin dekat dengan kebutuhan serta kondisi petani. Demplot percontohan menjadi sarana pembelajaran langsung, sementara Bimtek memperkuat pengetahuan dan keterampilan petani serta penyuluh dalam menerapkan teknologi budidaya modern.
Sinergi antara BRMP Tanaman Pangan, pemerintah daerah, penyuluh, dan petani menjadi faktor penting dalam mempercepat adopsi teknologi secara tepat guna dan berkelanjutan. Dengan penerapan teknologi yang didukung pendampingan dan pengelolaan usaha tani yang baik, produktivitas dan efisiensi usaha tani jagung diharapkan meningkat sekaligus memperkuat kelembagaan dan kemandirian korporasi petani dalam mendukung swasembada pangan berkelanjutan.