• Jl. Merdeka No.147, Bogor 16111
  • (0251) 8331718
  • [email protected]
Logo Logo
  • Beranda
  • Profil
    • Overview
    • Visi & Misi
    • Struktur Organisasi
    • Tugas & Fungsi
    • Pimpinan
    • Satuan Kerja
    • Sumber Daya Manusia
  • Informasi Publik
    • Portal PPID
    • Standar Layanan
      • Maklumat Layanan
      • Waktu dan Biaya Layanan
    • Prosedur Pelayanan
      • Prosedur Permohonan
      • Prosedur Pengajuan Keberatan dan Penyelesaian Sengketa
    • Regulasi
    • Agenda Kegiatan
    • Informasi Berkala
      • LHKPN
      • LHKASN
      • Rencana Strategis
      • DIPA
      • RKAKL/ POK
      • Laporan Kinerja
      • Capaian Kinerja
      • Laporan Keuangan
      • Laporan Realisasi Anggaran
      • Laporan Tahunan
      • Daftar Aset/BMN
    • Informasi Serta Merta
    • Informasi Setiap Saat
      • Daftar Informasi Publik
      • Standar Operasional Prosedur
      • Daftar Informasi Dikecualikan
      • Kerjasama
  • Publikasi
    • Buku
    • Pedum/ Juknis
    • Infografis
    • Jurnal
    • Warta
  • Reformasi Birokrasi
    • Manajemen Perubahan
    • Deregulasi Kebijakan
    • Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
    • Penataan dan Penguatan Organisasi
    • Penataan Tata Laksana
    • Penataan Sistem Manajemen SDM
    • Penguatan Akuntabilitas
    • Penguatan Pengawasan
  • Layanan
Thumb
2 dilihat       12 September 2026

Percepatan LTT dan PM-AAS Jadi Fokus Pengawalan Swasembada Pangan di Langkat

Langkat – Percepatan Luas Tambah Tanam (LTT) dan penerapan Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS) menjadi fokus pengawalan Program Strategis Kementerian Pertanian di Kabupaten Langkat. Hal tersebut disampaikan Kepala Pusat Perakitan dan Modernisasi Pertanian Tanaman Pangan (BRMP Tanaman Pangan) selaku Penanggung Jawab Satuan Tugas (Satgas) Swasembada Pangan Provinsi Sumatera Utara dalam kegiatan koordinasi di Aula Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Langkat, Kamis (10/9/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan untuk mengevaluasi capaian LTT, mengidentifikasi potensi dan kendala di lapangan, serta menyusun langkah percepatan tanam dan penerapan PM-AAS. Koordinasi dihadiri jajaran Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Langkat, unsur TNI, penyuluh pertanian, Koordinator POPT, serta unsur pendampingan modernisasi pertanian.

Dalam paparannya, Kepala BRMP Tanaman Pangan menekankan bahwa percepatan LTT harus dilakukan berdasarkan data yang menggambarkan realisasi, target, dan potensi pertanaman. Untuk September 2026, target LTT Kabupaten Langkat mencapai 2.929,6 hektare, sementara data standing crop menunjukkan potensi tanam sekitar 8.205 hektare.

Besarnya potensi tersebut menunjukkan masih terdapat ruang yang signifikan untuk meningkatkan realisasi tanam. Karena itu, potensi lahan perlu segera dipetakan dan dikawal hingga tingkat kecamatan dan desa untuk menentukan lokasi prioritas percepatan LTT. Kecamatan Secanggang, misalnya, memiliki potensi tanam September 2026 sekitar 1.236,1 hektare.

Percepatan LTT tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan luas tanam, tetapi juga memastikan pertanaman berlangsung tepat waktu dan diikuti penerapan teknologi budidaya yang mampu meningkatkan produktivitas. Dalam konteks tersebut, PM-AAS menjadi salah satu pendekatan penting dalam modernisasi budidaya padi di Kabupaten Langkat.

Penerapan PM-AAS mencakup penggunaan benih sesuai rekomendasi, pengaturan jarak tanam, pemupukan berimbang, mekanisasi, pengairan intermiten, serta pengendalian organisme pengganggu tanaman. Pemanfaatan teknologi seperti drum seeder, riding-tabela, direct seeder, dan drone seeder diarahkan untuk meningkatkan efisiensi, mempercepat proses tanam, dan menghasilkan pertanaman yang lebih seragam.

Dukungan sarana produksi menjadi bagian penting dalam keberhasilan penerapan PM-AAS. Ketersediaan pupuk Urea, NPK, pupuk organik, dolomit, dan silika perlu dipastikan agar teknologi budidaya dapat diterapkan secara optimal. Dengan demikian, peningkatan luas tanam dapat berjalan seiring dengan peningkatan produktivitas dan pendapatan petani.

Kepala BRMP Tanaman Pangan juga menekankan pentingnya memilih lokasi yang sesuai untuk penerapan PM-AAS. Kondisi lahan, tata air, aksesibilitas, serta kesiapan mekanisasi perlu menjadi pertimbangan agar penerapan teknologi modern benar-benar memberikan dampak terhadap efisiensi usaha tani. Pengalaman penerapan PM-AAS di sejumlah daerah, termasuk Kabupaten Soppeng dan Gorontalo, dapat menjadi pembelajaran dalam pengembangan budidaya padi modern di Langkat.

Untuk memastikan percepatan LTT dan penerapan PM-AAS berjalan sesuai target, pengawalan di lapangan perlu dilakukan secara konsisten. Data LTT dan standing crop harus terus diperbarui dan diverifikasi sehingga potensi tanam dapat segera ditindaklanjuti menjadi realisasi pertanaman.

Kepala BRMP Tanaman Pangan juga mengingatkan pentingnya peran penyuluh sebagai garda terdepan dalam pengawalan program. Penyuluh diharapkan disiplin, aktif berada di lapangan, serta mampu memastikan informasi mengenai potensi lahan, jadwal tanam, kebutuhan sarana produksi, dan penerapan teknologi dapat tersampaikan dan ditindaklanjuti bersama petani.

Selain faktor budidaya, dukungan infrastruktur tata air juga menjadi bagian dari penguatan percepatan tanam. Dalam koordinasi tersebut dibahas perkembangan irigasi perpompaan Tahun Anggaran 2026 serta kondisi pintu klep di Desa Pulau Kampai, Kecamatan Pangkalan Susu, yang mengalami kerusakan dan berdampak terhadap pengelolaan tata air lahan pertanian.

Melalui koordinasi lintas sektor dan pengawalan berbasis data, Kabupaten Langkat memiliki peluang untuk mengoptimalkan potensi pertanaman yang tersedia. Percepatan LTT, penerapan PM-AAS, dukungan sarana produksi dan mekanisasi, serta penguatan pendampingan di tingkat lapangan diharapkan dapat meningkatkan luas tanam sekaligus produktivitas padi.

Koordinasi tersebut juga menjadi bagian dari penyusunan sasaran tanam periode Oktober 2026–September 2027 yang terukur dan berbasis potensi wilayah. Dengan pengawalan yang lebih intensif dan sinergi antara pemerintah, TNI, penyuluh, petugas lapangan, dan petani, percepatan LTT dan penerapan PM-AAS di Kabupaten Langkat diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian swasembada pangan Provinsi Sumatera Utara dan nasional.

Prev Next

- Ujang Suryadi


Pencarian

Berita Terbaru

  • Thumb
    Komite Teknis 65-11 Tanaman Pangan Bahas Empat RSNI untuk Perkuat Standardisasi Komoditas Strategis
    08 Sep 2026 - By Rudi Rahmawan
  • Thumb
    Mentan Amran: PM-AAS Gandakan Hasil Panen, Pendapatan Petani Ikut Naik
    02 Sep 2026 - By ADMIN
  • Thumb
    Panen Padi PM-AAS di Soppeng Capai 10,2 Ton per Hektare
    21 Agu 2026 - By ADMIN
  • Thumb
    BRMP Tanaman Pangan Raih Peringkat II Perpustakaan Inspiratif Kementerian Pertanian
    18 Agu 2026 - By Ujang Suryadi

tags

LTT Langkat PMAAS

Kontak

(0251) 8331718
(0251) 8312755
[email protected]

Jl. Merdeka No. 147
Kel. Menteng, Kec. Bogor Barat,
Kota Bogor, Jawa Barat - Indonesia 16111
www.tanamanpangan.brmp.pertanian.go.id

© 2024 - 2026 Pusat Perakitan dan Modernisasi Pertanian Tanaman Pangan. All Right Reserved