Budidaya Jagung Modern Dorong Produktivitas dan Efisiensi Usaha Tani di Pasuruan
Pasuruan – Pusat Perakitan dan Modernisasi Pertanian Tanaman Pangan (BRMP Tanaman Pangan) melaksanakan rangkaian Klinik Modernisasi Pertanian (KMP) Program ICARE Tahun 2026 di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Kegiatan diarahkan untuk mendekatkan teknologi dan inovasi pertanian kepada petani melalui bimbingan teknis, demonstrasi teknologi di lapangan, serta pendampingan penerapannya.
Implementasi Teknologi
Implementasi KMP diawali dengan penanaman demplot percontohan jagung seluas 1,5 ha pada 5 September 2026 di Desa Wrati, Kecamatan Kejayan. Demplot menjadi sarana penerapan dan pembelajaran teknologi budidaya jagung modern, termasuk penggunaan varietas unggul jagung hibrida JH 31 dari Kementerian Pertanian yang memiliki potensi hasil 13,6 ton/ha dengan rata-rata hasil sekitar 12,2 ton/ha. Teknologi budidaya yang diterapkan juga mencakup pendekatan sistem tanam jajar legowo untuk mengoptimalkan populasi tanaman. Pelaksanaan demplot didukung tenaga detasir jagung dari BRMP Tanaman Serealia yang memberikan pendampingan teknis di lapangan.
Penguatan Kapasitas
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Bimbingan Teknis “Sistem Budidaya Jagung Modern Mendukung Korporasi Petani” pada 9 September 2026 di Pasuruan. Kegiatan yang dikoordinasikan BRMP Tanaman Pangan tersebut diikuti oleh 200 petani dan penyuluh di Kecamatan Purwosari.
Kepala Pusat Perakitan dan Modernisasi Pertanian Tanaman Pangan, Dr. Haris Syahbuddin, DEA, dalam sambutan dan pembukaan secara daring menekankan pentingnya keterlibatan seluruh pihak dalam menggerakkan KMP. KMP diharapkan tidak berhenti pada transfer pengetahuan, tetapi menjadi sarana agar teknologi dapat diperkenalkan, dicoba, didampingi penerapannya, dan dikembangkan sesuai kebutuhan petani di lapangan.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Pasuruan, drh. Ainur Alfiah, berharap transfer ilmu dan teknologi melalui KMP dapat memberikan nilai tambah, meningkatkan produksi, serta mendukung peningkatan kesejahteraan petani. Pemanfaatan hasil samping jagung melalui pendekatan zero waste juga menjadi salah satu potensi yang perlu terus didorong.
Bimtek menghadirkan Muhammad Idris, SP dari BRMP Tanaman Serealia sebagai narasumber dan Bhakti Priatmojo, SP, M.Si dari BRMP Tanaman Pangan sebagai moderator. Peserta memperoleh materi budidaya jagung mulai dari tanam hingga panen, penjelasan mengenai sistem jajar legowo dan tanam rapat untuk meningkatkan populasi tanaman, serta pengenalan Bagan Warna Daun (BWD) dan Perangkat Uji Tanah Kering (PUTK) untuk mendukung pemupukan yang lebih terukur dan efisien. Penyampaian materi kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan konsultasi teknis untuk membahas berbagai permasalahan budidaya yang dihadapi petani di lapangan.
Diskusi Petani
Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan membahas berbagai persoalan yang disampaikan langsung oleh peserta, antara lain pemilihan varietas yang adaptif terhadap kekeringan, pemupukan berdasarkan kondisi lahan, pemulihan kesuburan tanah dan pemenuhan unsur mikro, serta pengendalian penyakit busuk batang dan hama tikus. Diskusi juga membahas pemanfaatan pupuk cair dari limbah tebu yang masih memerlukan pengkajian lebih lanjut sebelum dapat direkomendasikan. Antusiasme peserta turut terlihat dari usulan pengembangan demplot teknologi jagung KMP di Kecamatan Purwosari sebagai sarana pembelajaran dan penerapan teknologi secara langsung bagi petani.
Adopsi Teknologi
Melalui rangkaian kegiatan KMP ini, teknologi dan inovasi pertanian diharapkan semakin dekat dengan kebutuhan petani dan dapat diterapkan secara nyata di lapangan. Penerapan teknologi yang tepat diharapkan dapat mendorong peningkatan produktivitas dan efisiensi usaha tani serta memperkuat proses modernisasi pertanian.